Sambutan Kepala SMK Negeri 1 Singosari 

Syukur Alhamdulillah website   SMK  Negeri 1 Singosari semakin berkembang dan bermanfaat, khususnya sebagai jembatan komunikasi antara manajemen sekolah dengan guru, peserta didik, wali murid, industri, perguruan tinggi serta masyarakat.   Menyadari bahwa tantangan yang dihadapi ke depan semakin tidak ringan, maka dalam konteks persaingan lokal, nasional, dan global, kami telah mencanangkan bahwa SMK Negeri 1 Singosari mengacu  pada Visi Misi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur : CETTAR  (Cepat, Efektif, Tanggap, Transparansi, Responsif). Hal ini selaras dengan komitmen kami yang bertekad menjadikan SMKN 1 Singosari  sebagai Sekolah Menengah Kejuruan Negeri yang handal, unggul, terpercaya dalam menciptakan Sumber Daya Manusia yang trampil, inovatif dan berkarakter maupun lingkungan yang bernuansa edukatif, kompetitif dan kekeluargaan dalam mengikuti perkembangan dunia kerja baik di kancah Nasional maupun Internasional. 

               Masa orientasi siswa kerap kali dilakukan dengan sistem perpeloncoan yang berkesan kurang mendidik dan tidak produktif. Akan tetapi, hal tersebut ditepis saat rapat panitia PLSBSB (Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru) (11/7) di ruang rapat utama SMK Negeri 1 Singosari. Di dalam musyawarah rapat, Bapak Hamdan selaku WAKA Kesiswaan menyampaikan jika masa orientasi sekolah baiknya dilakukan dengan kegiatan yang bermanfaat, edukatif, kreatif, dan produktif.

               Pelaksanaan PLSBSB ini akan dilakukan pada tanggal 16-21 Juli 2018. Dalam kegiatan tersebut, rencananya siswa diajak untuk mengenal lebih dalam lingkungan sekolah berkaitan dengan jurusan, ruang belajar, bengkel jurusan, dan lainnya terkait dengan lingkungan sekolah.  Tujuan diadakannya PLSBSB ini tak lain adalah menanamkan perilaku yang positif, melatih tanggung jawab, kemandirian siswa, spiritual, dan penguatan pendidikan karakter.

               Menurut Bapak Sekali selaku Bapak Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Singosari menyatakan bahwa kegiatan pengenalan karakter bukan lagi seperti zaman dahulu yang masih banyak tindakan kekerasan, perpeloncoan, bullying, dan kegiatan yang menguras fisik dan mental siswa, melainkan kegiatan yang bermanfaat, dan mampu mengembangkan potensi dari agar ke depan mereka mampu mengembangkan potensi yang mereka miliki dan bisa memberi manfaat bagi orang lain.