Sambutan Kepala SMK Negeri 1 Singosari 

H. Sali Rochani, S.Pd, M.M.PdSyukur Alhamdulillah website   SMK  Negeri 1 Singosari semakin berkembang dan bermanfaat, khususnya sebagai jembatan komunikasi antara manajemen sekolah dengan guru, peserta didik, wali murid, industri, perguruan tinggi serta masyarakat.   Menyadari bahwa tantangan yang dihadapi ke depan semakin tidak ringan, maka dalam konteks persaingan lokal, nasional, dan global, kami telah mencanangkan bahwa SMK Negeri 1 Singosari mengacu  pada Visi Misi Pemerintah Daerah Kabupaten Malang : MADEP MANTEB (Mandiri, Agamis, Demokratis, Produktif, Aman, Tertib, Berdaya saing). Hal ini selaras dengan komitmen kami yang bertekad menjadikan SMKN 1 Singosari  sebagai Sekolah Menengah Kejuruan Negeri yang handal, unggul, terpercaya dalam menciptakan Sumber Daya Manusia yang trampil, inovatif dan berkarakter maupun lingkungan yang bernuansa edukatif, kompetitif dan kekeluargaan dalam mengikuti perkembangan dunia kerja baik di kancah Nasional maupun Internasional. 

Salah satu cara peningkatan kualitas mutu pendidikan di sekolah dengan cara penumbuhan kompetensi guru. Penumbuhan kompetensi guru dapat dilakukan dengan cara memberikan workshop tentang metode, strategi, dan pengembangan bahan ajar serta media pembelajarannya. Hal itu dikupas tuntas dalam sosialisasi model pembelajaran "TEFA (Teaching Factory) Senin (15/10)di auditorium SMKN 1 Singosari yang disampaikan Bapak Djanji Purwanto dari P4TK BOE.

TEFA merupakan model pembelajaran berbasis produksi (barang dan jasa) yang dibutuhkan oleh masyarakat yang dikerjakan sepenuhnya oleh peserta didik. Model dapat dilaksanakan di ruang praktek/bengkel/lahan yang telah dikondisikan mendekati situasi, dan suasana tempat kerja yang sebenarnya, waktu, prosedur, dari cara atau aturan yang sesuai dengan standar DU/DI.

Selain itu, Pak Djanji juga membahas lebih dalam tentang ciri-ciri. Pertama, Lingkugan, suasana, tata kelola dan aturan sekolah khususnya di bengkel dikondisikan sesuai dengan standar diskusi atau empat kerja yang sebenarnya. Kedua, pembelajaran menggunakan perangkat atau instrumen/ format untuk melakukan kegiatan/ aktivitas produksi kerja/usaha. Ketiga, hasil pembelajaran peserta didik berupa produk (barang dan jasa) riil, utuh,bermakna seperti di pasaran dan digunakan masyarakat. Keempat, menggunakan sistem managemen produksi (analisis, proses, evaluasi, pengembangan/inovasi dan penyimpanan/pemanfaatan produksi). Kelima, mempunyai outlet/bussiness center pemasaran produksi jasa. Keenam, mempuyai mitra atau patnet DU/DI. Ketujuh, mempunyai pelanggan/pengguna tetap.

Acara yang berlangsung selama dua hari, di hari pertama diisi oleh semua guru (produktif dan adaptif normatif) dimulai pukul 08.00-12.00. Kegiatan ini menyedot antusias dan semangat para guru dalam mengupdate ilmu baru. Selain itu, ada banyak pembicara yang mengisi di dalam kegiatan ini, mulai dari Pak Gunawan Wibisana, selaku Kepala Cabang Dinas Kab. Malang, Pak Budi Anta selaku PT BBI, Pak Adi Andoyo selaku PT. Prima Sakti, Pak Singgih Winoto selaku pengawas Provinsi Kab. Malang, dan Pak Bambang Ujiao dari SMK Al-Maarif Singosari.

Kegiatan ini juga tidak lepas dari bantuan Subdit Lasjurin DitpSMK dan pihak komite sekolah, sebagai bentuk apresiasi sekolah ingin mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dan dukungan sehingga kegiatan ini dapat berlangsung secara lancar.