Sambutan Kepala SMK Negeri 1 Singosari 

H. Sali Rochani, S.Pd, M.M.PdSyukur Alhamdulillah website   SMK  Negeri 1 Singosari semakin berkembang dan bermanfaat, khususnya sebagai jembatan komunikasi antara manajemen sekolah dengan guru, peserta didik, wali murid, industri, perguruan tinggi serta masyarakat.   Menyadari bahwa tantangan yang dihadapi ke depan semakin tidak ringan, maka dalam konteks persaingan lokal, nasional, dan global, kami telah mencanangkan bahwa SMK Negeri 1 Singosari mengacu  pada Visi Misi Pemerintah Daerah Kabupaten Malang : MADEP MANTEB (Mandiri, Agamis, Demokratis, Produktif, Aman, Tertib, Berdaya saing). Hal ini selaras dengan komitmen kami yang bertekad menjadikan SMKN 1 Singosari  sebagai Sekolah Menengah Kejuruan Negeri yang handal, unggul, terpercaya dalam menciptakan Sumber Daya Manusia yang trampil, inovatif dan berkarakter maupun lingkungan yang bernuansa edukatif, kompetitif dan kekeluargaan dalam mengikuti perkembangan dunia kerja baik di kancah Nasional maupun Internasional. 

 

Senin (12/11) kemarin SMK Negeri 1 Singosari mengadakan upacara peringatan hari Pahlawan. Seluruh warga sekolah mengenakan pakaian baju pahlawan dalam peringatan tersebut. Mulai dari baju dokter, polisi, tentara, dan lain sebagainya. Seusai upacara selesai, para warga sekolah menyuguhkan drama kolosal bengenre komedi ini yang mengusung tema cinta beda.

Diceritakan ada seorang anak jendral Belanda (van houuten) yang mencintai anak gadis pejuang (gendis). Kisah cinta mereka kandas di tengah jalan, sebab terkendala oleh restu kedua orang tua mereka. Selain menceritakan kisah cinta beda negara, drama ini tetap mengandung esensi tentang kisah perjuangan rakyat Indonesia dalam perobekan bendera biru yang dipimpin oleh Bung Tomo. Drama yang dibintangi oleh para aktor guru dan siswa ini berlangsung lancar dan meriah. Ditambah hikmat lagi dengan sentuhan lagu gugur bunga yang dinyanyikan oleh salah satu siswa. 

Alasan drama ini bergenre komedi, adalah agar para penonton menikmati jalan cerita tanpa terlihat membosankan. Selain itu, drama ini terlihat kreatif dan unik juga tidak meninggalkan unsur budaya di dalamnya. Hal ini terlihat pada beberapa properti pendukung yang digunakan saat penampilan drama. 

Drama kolosal yang disutradarai oleh Bapak Arif selaku guru sejarah ini, bermaksud menghimbau kepada warga sekolah khususnya siswa agar selalu mengingat perjuangan pahlawan bangsa dalam melawan penjajah Indonesia. Bukan hanya itu saja, drama ini juga sebagai bentuk rasa syukur atas terbebasnya rakyat dari penjajah dan ucapan terima kasih kepada para pahlawan yang telah banyak berjuang serta mati di medan perang.