Sambutan Kepala SMK Negeri 1 Singosari 

Syukur Alhamdulillah website   SMK  Negeri 1 Singosari semakin berkembang dan bermanfaat, khususnya sebagai jembatan komunikasi antara manajemen sekolah dengan guru, peserta didik, wali murid, industri, perguruan tinggi serta masyarakat.   Menyadari bahwa tantangan yang dihadapi ke depan semakin tidak ringan, maka dalam konteks persaingan lokal, nasional, dan global, kami telah mencanangkan bahwa SMK Negeri 1 Singosari mengacu  pada Visi Misi Pemerintah Daerah Kabupaten Malang : MADEP MANTEB (Mandiri, Agamis, Demokratis, Produktif, Aman, Tertib, Berdaya saing). Hal ini selaras dengan komitmen kami yang bertekad menjadikan SMKN 1 Singosari  sebagai Sekolah Menengah Kejuruan Negeri yang handal, unggul, terpercaya dalam menciptakan Sumber Daya Manusia yang trampil, inovatif dan berkarakter maupun lingkungan yang bernuansa edukatif, kompetitif dan kekeluargaan dalam mengikuti perkembangan dunia kerja baik di kancah Nasional maupun Internasional. 

Lagi-lagi SMKN 1 Singosari kembali merebut kejayaanya di bidang konstruksi dengan mengikuti lomba Brige Desain and Competition yang diadakan oleh Institut Teknologi Sepuluh November (31/03) kemarin mendapatkan dua juara, yakni juara satu dan juara tiga. Ada jenis lomba yang dilombakan, yakni pertama, rancang jembatan dengan menggunakan alumunium, kedua rancang jembatan dengan menggunakan stik es krim.

Adapun yang memperoleh juara satu dari kelas XII Teknik Bisnis Konstruksi dan Properti 1 (Ardianyah Budi) dan XI Teknik Bisnis Konstruksi dan Properti 2 (Muhammad Fajar Rosuli), dan juara tiga dari kelas XII Teknik Bisnis Konstruksi dan Properti. Sebenarnya, ada banyak tantangan yang mereka hadapi saat lomba, tutur Bapak Supriyanto selaku pembimbing lomba.

Mereka hampir terkena diskualifikasi karena tingkat ketebalan rancang jembatan dengan menggunakan bahan alumunium tidak memenuhi syarat, sehingga dalam waktu tiga hari mereka diberi waktu untuk membenahi kembali agar bisa sesuai. Setelah selesai, akhirnya dua tim dinyatakan lolos ke tahap final dengan saingan dari beberapa sekolah seluruh Indonesia. Butuh banyak usaha dan kerja keras yang lebih agar dalam waktu 3 minggu setelah pengunduhan buku panduan lomba bisa menyelesaikan sampai tahap akhir.

Menurut bapak supriyanto, sebagai guru pembimbing, harapannya Cremona construction (komunitas anak bangunan yang mau mengikuti lomba di bidang konstruksi) mampu mencetak generasi emas di berbagai jenjang angkatan, bukan hanya angkatan tahun ini saja, melainkan tahun-tahun berikutnya juga mampu menelurkan generasi yang mempunyai jiwa kompetitif.