Singosari, (30/08/2017) SMK Negeri 1 Singosari ada kegiatan serah terima bantuan 1 unit kendaraan Mitsubishi Fuso FE 84, dalam kerjasama dengan PT.Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) SMK Negeri 1 Singosari dipercaya sebagai Mitsubishi CSR Fuso Vocational Education Program Jawa Timur . Mitsubishi Fuso memberi bantuan berupa truk Colt Diesel.

Bantuan itu merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT. Krama Yudha Tiga Berlian (KTB) sebagai pemegang merek Mitsubishi (Fuso) yang dinamakan program Fuso Vocation Education Program.  Serah terima dihadiri oleh Tim Mitsubishi CSR Fuso Vocational Education Program yaitu :

  1. Bapak Rendi Dwi (KTB Jakarta)
  2. Bapak Budi (KRTC Mojokerto)
  3. Bapak Prijanto (Branch Manager PT.Sun Star Motor Malang)

Hadir pula Kepala Cabang Dinas Kabupaten Malang yaitu Bapak Drs.Gunawan Wibisana,MM serta bapak dan ibu guru Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan juga semua Kepala Kompetensi Keahlian yang ada di SMK Negeri 1 Singosari.

Sedikit cuplikan sambutan dari bapak Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Singosari yaitu Bapak Sali Rochani,S.Pd,M.M.Pd menyampaikan dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan pengembangan pengetahuan, khususnya mengenai mesin diesel di tingkat SMK semakin baik.

Dalam rangka CSR, Mitsubishi juga memberikan bantuan dalam bentuk pelatihan basic auto mobile atau F-STEP 1. Pelatihan itu meliputi pengetahuan dasar otomotif tentang sistem diesel, sistem bahan bakar, sistem kelistrikan, sistem power-train, dan chasis.

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) mendonasikan kendaran sebagai bahan pelajaran yang digunakan untuk kegiatan praktikum dan pembelajaran siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Selain itu Mitsubishi juga memberikan pelatihan yang diadakan di Training Center KTB dan juga di sekolah. Di tahun 2017 merupakan tahun keempat bagi KTB melaksanakan program CSR (Corporate Social Responsibilty) yang ditujukan untuk SMK. Sebelumnya sudah ada 30 unit kendaraan yang diberikan untuk pendidikan. "Kebanyakan secara umum, hampir seluruhnya dalam proses pendidikan teknik yang berbahan bakar bensin, sehingga ini perlu pengembangan menggunakan Diesel."

Sie Publikasi