Bulan suci Ramadhan 1438 H tidak menyurutkan niat Bapak/Ibu kepala kompetensi keahlian dan penanggungjawab mapel umum untuk menyiapkan Proses Belajar Mengajar (PBM) pada tahun pelajaran 2017/2018, salah satu perangkat yang harus disiapkan adalah silabus K13 dengan revisi tahun 2017, workshop yang difasilitasi oleh Waka Ur Kurikulum ini dibuka langsung oleh Bapak Sali Rochani selaku Kepala SMKN 1 Singosari.

Disela-sela sambutan, beliau mengatakan bahwa SMKN 1 Singosari sejak tahun 2013 menjadi pilot project pelaksanaan K13 sehingga wajar apabila kurikulum di Singosari selalu update dan sinkron baik dengan dunia usaha maupun dunia industri dimana kurikulum yang diimplementasikan ini mengandung ranah afektif, kognitif dan psikomotorik yang dirangkum menjadi penilaian kumulatif dengan pembelajaran tuntas yang berarti nilai dikatakan kompeten jika pelaksanaan KI dan KD pada masing-masing mapel mulai dari tugas sampai remidial include dalam pembelajaran telah tuntas tidak kurang dari standar minimal.

Workshop yang berlangsung mulai tgl 20-21 Juni 2017 ini dan dipandu oleh Bapak Achmad Djuliadi sebagai salah satu guru terbaik dan sekaligus penyusun struktur kurikulum tingkat nasional, beliau mengatakan bahwa pelaksanaan struktur kurikulum terbaru dilaksanakan pada kelas X tahun pelajaran 2017/2018 sedang kelas XI dan kelas XII masih menggunakan kurikulum 2013 yang lama.

Penerapan kurikulum edisi revisi ini berakibat juga berubahnya jam pelajaran baik mata pelajaran umum maupun di kelompok keahlian sebagai contoh mapel PJOK di struktur yang semula 3 jam per jenjang kelas sekarang berubah menjadi 2 jam per kelasnya. Begitupun di program keahlian ada mapel terbaru yaitu PKK (Produk Kreatif dan Kewirausahaan) dimana secara jumlah jam tergolong mapel yang mempunyai bobot jam terbanyak yaitu 5 jam di jenjang kelas XI dan Kelas XII dengan ouput yang diharapkan semua jurusan akan menghasilkan produk kreatif perpaduan dari hasil produk jurusan dengan jiwa kewirausahaan, intinya produk yang dihasilkan bernilai jual tinggi dengan pengembangan inovasi pembelajaran.

Pengembangan inovasi ini juga diharapkan merambah pada semua kompetensi keahlian yang diterjemahkan pada penyusunan silabus yang selanjutnya dianalisis menjadi HOTS (High Order Thinking Skill) atau mencapai kemampuan analisis pada kemampuan keterampilannya dengan pengetahuan mencapai metakognitif yang berarti kemampuan mengendalikan enam tingkatan aspek kognitif yang didefisinikan oleh Benjamin S. Bloom dalam taksonomi Bloom yang terdiri dari tahap ingatan, pemahaman, terapan, analisis, sintesis dan evaluasi. Dalam tahapan ini, output yang dihasilkan pengetahuan peserta didik SMKN 1 Singosari diharapkan mencapai level analisis sampai pada tahap menciptakan karya (mengkreasi).

DTP/Kur

Joomla templates by JoomlaShine

2015 @ SMK Negeri 1 Singosari