Gadis yang lahir di Malang, 15 Maret 2002 ini menyimpan segudang prestasi wushu sejak menduduki kelas VII SMP. Lebih dari 28 lomba pernah diikuti dan selalu berujung membawa nama baik. Sebanyak piala penghargaan juara 1 sebanyak 8 kali, juara 2 sebanyak 9 kali, juara 3 sebanyak 9 kali, dan baru-baru ini ia mengikuti lomba kejuaraan nasional kungfu Indonesia pra fromas V tahun 2019, yang diadakan di Gor Ciracas, Jakarta Timur 25-26 Februari 2019.

Pertandingan yang diikutinya masing-masing mendapatkan kemenangan. Adapun kemenangan yang didapat antara lain, juara 1 jurus taichi 42 B Putri, jura 1 jurus Beregu A Putri, juara 2 jurus taichi 24 B putri, juara 2 senjata pendek  A putri, Juara 3 tangan kosong perguruan A putri.

Anak dari keluarga sederhana, sang ibu berprofesi sebagai ibu rumah tangga biasa, sedangkan sang ayah berprofesi sebagai pekerja swasta. Tidak membuat Andini rendah diri, meski bukan lahir dari keluarga atlet, namun seni beladiri wushu yang ia mainkan sangat memukau. Tak heran jika setiap kali perlombaan selalu membawa piala.

Berawal dari demo seni beladiri wushu yang ia lihat sewaktu kelas 6 SD, Andini kemudian tertarik untuk melihat gerakan demi gerakan yang memukau, hingga ia memutuskan untuk belajar seni beladiri tersebut sewaktu duduk di bangku SMP. Gerakan yang indah, dan dikombinasikan dengan penggunaan senjata yang beragam membuat anak dari pasangan Suhariyanto dan Sri Wahyuni ini bertekad untuk mendalami ilmu wushu saat SMP. 

                Menurut Andini yang sekarang tengah menempuh pendidikan di SMKN 1 Singosari jurusan Teknik Otomasi industri 1, kelas X ini, semua kejuaraan yang telah ia dapatkan tidak lepas dari doa, dukungan keluarga dan disiplin dalam berlatih, sebab kedisiplinan adalah kunci utama seseorang bisa sukses.